Minggu, 01 Mei 2016

PERHITUNGAN TIE-BREAK DIRECT ENCOUNTER YANG SALAH KAPRAH PADA PROGRAM PAIRING SWISS MANAGER SERTA KASUS PERHITUNGAN TIE-BREAK BUCHHOLZ PADA KEJURNAS CATUR KE-45

Hasil gambar untuk bunawan bong
Bunawan,IA,IO
Pada Kejurnas Catur ke 45 yang berlangsung dari tanggal 29 Oktober-3 November 2015 di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, pada kelompok Senior Putra terjadi 4 pecatur memiliki nilai 9 MP. Untuk menentukan peringkat maka digunakan Tie-Break untuk memastikan siapa yang berhak menyandang gelar juara nasional.
Tie-Break pertama yang digunakan adalah Direct encounter. 
Hasil Tie-Break Direct encounter ke-4 pemain dapat di lihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 1. Pertemuan Antar Pemain
Sean Tirta Susanto Farid 
Sean 0,5 1 1 
Tirta 0,5 0 
Susanto 0 1 0,5 
Farid 0 0,5
Tampak dari tabel di atas , Farid tidak ketemu Tirta selama pertandingan 11 babak ber
langsung, Pertanyaannya: apakah Tie-Break Direct Encounter ini tidak berlaku atau digugurkan dalam kasus di atas?
Untuk menjawab hal ini, mari kita lihat aturan Tie-Break Direct Encounter yang dapat diunduh dari FIDE Competition Rules Annex 3: Tie-Break Regulations yang berbunyi:
“If all the tied players have met each other, the sum of points from these encounters is used. The player with the highest score is ranked number 1 and so on. If some but not all have played each other, the player with a score that could not be equalled by any other player (if all such games had been played) is ranked number 1 and so on”.
Terjemahan dari bunyi aturan ini adalah:
“Jika semua pemain mempunyai sekor yang sama di dalam kelompok nilainya sudah saling ketemu semuanya, maka jumlah nilai dari pertemuan mereka dijumlahkan. Pemain yang memperoleh sekor tertinggi berada di peringkat 1 dan seterusnya. Jika beberapa pemain akan tetapi tidak semua pemain saling ketemu di dalam kelompok nilai yang sama, maka pemain dengan sekor yang tidak dapat disamai oleh pemain lainnya (seandainya semua partai sudah dimainkan) diberi peringkat 1 dan seterusnya”.
Berdasarkan aturan di atas, walaupun Tirta dan Farid tidak pernah ketemu, perhitungan Tie-break Direct Encounter masih bisa dilakukan. Jumlah Sekor Sean Winshand tertinggi, yakni 2,5 berada di peringkat 1, di peringkat selanjutnya adalah Susanto dengan sekor 1,5. Tampak pada Tabel 1, seandainya Tirta atau Farid saling ketemu, maka jumlah sekor yang dikumpulkan Tirta atau Farid hanya 1,5 MP tidak bisa menyamai sekor Sean Winshand. 
Kesimpulan dari perhitungan Tie-Break Direct Encounter dalam kasus ini perlu diberlakukan, sehingga tidak harus berlanjut ke Tie-Break selanjutnya.
Sepanjang pengamatan saya untuk Tie-Break Direct Encounter, kalau hanya ada 3 pemain yang sekornya sama di dalam kelompok nilainya, hampir tidak ada masalah. Akan tetapi, kalau ada 4 pemain atau lebih, maka kita bisa salah menafsirkan atau salah kaprah dalam memahami Tie-Break Direct Encounter ini.
Kembali pada kasus di atas, mengapa Program Pairing Swiss Manager memberikan hasil yang berbeda untuk kasus ini, hasil keluaran Swiss Manager untuk Tie-Break Direct Encounter tidak berlaku.
Di sini kemungkinan besar pembuat Program Pairing Swiss Manager, Heinz Herzog, tidak menafsirkan pengertian aturan Tie-Break Direct Encounter ini secara menyeluruh dan komprehensif. Untuk itu, dalam waktu dekat saya akan mencoba menyurati beliau dengan contoh kasus ini, agar tidak menimbulkan ambigu dan salah tafsir serta membingungkan kita semua. Saya kira tidak hanya Heinz Herzog saja hampir kebanyakan Wasit Papan Atas (Top Level) juga bisa salah tafsir.
Sekarang kita lihat kasus Tie-Break kedua yaitu Buchholz dengan variabel Virtual Point.
Sekarang kita hitung Buchholz Sean. Untuk itu kita lihat tabel 2 lawan-lawan Sean.
Karena di babak 1 Sean dapat forfeit ( lawannya Alhuda tidak pernah hadir selama Ke
jurnas berlangsung ), maka nilai Buchholz Sean dikoreksi dengan menggunakan
Rumus Svon = SpR + ( 1 - SfpR ) + 0,5 x ( n - R )
Svon = Sekor Virtual 
SpR = Sekor pemain P sebelum babak R 
SfpR = Sekor pemain P yang mendapat forfeit pada pada babak R
n = Jumlah babak yang sudah selesai. 
R = Babak ketika pemain mendapat forfeit atau Bye.
Tabel 2. Lawan-lawan Sean
Rd. N a m a Pts. Hasil 
1 Alhuda 0 + 
2 I Wayan Ekananta 2,5 1 
3 Kasmiran, FM 6 1 
4 Hamdani Rudin, FM 7,5 1 
5 Susanto Megaranto, GM 9 1 
6 Pitra Andika, FM 8 0 
7 Farid Firmansyah, IM 9 1 
8 Tirta Chnadra, IM 9 0,5 
9 Ronny Gunawan, IM 8 1 
10 Zulkhairi 8 1 
11 Anjas Novita, FM 8 0,5
Dalam hal ini Sean disini adalah pemain P. Sebelum babak 1 sekor SpR Sean 
adalah 0. Sekor Sean di babak 1 adalah SfpR adalah 1 dan n = 11. 
Dalam babak 1 Sean dianggap tidak bermain melawan Alhuda, akan tetapi bermain
dengan lawan Virtual. Sekor dari lawan Virtual pada akhir turnamen adalah :
Svon = Sp R + ( 1 - Sfp R ) + 0,5 x ( n - R ) 
= 0 + ( 1 - 1 ) + 0,5 x ( 11 - 1 ) = 5 
Sekor Virtual di babak 1 inilah yang digunakan untuk menghitung nilai Buchholz Sean.
Lawan Sean di babak 2 adalah I Wayan Ekananta yang ternyata di babak 10 dan 11
tidak hadir sehingga kalah forfeit masing-masing dari Musawir dan Akhmad Nuh.
Kedua pemain ini merupakan lawan tidak langsung dari Sean. Untuk keperluan perhi
tungan nilai Buchholz Sean, maka I Wayan Ekananta dianggap remis sehingga I Wayan
mendapat nilai 0,5 di babak 10 dan di babak 11 bukan 0, sehingga sekor I Wayan untuk
kepentingan perhitungan Buchholz Sean adalah 2,5 + 0,5 + 0,5 = 3,5 dan bukan 2,5.
Tabel 3 : Lawan-lawan I Wayan Ekananta 
Rd. N a m a Pts. Hasil 
1 Nasib Ginting 8 1 
2 Sean Winshand 9 0 
3 Surya Wahyudi 6 0,5 
4 M. Yunus 4 0 
5 Yardian SPd. 4 1 
6 Masruri Rahman 7 0 
7 Ardiansyah, MP 6,5 0 
8 John Nuds 5,5 0 
9 Timi Arnobus Ello 5,5 0 
10 Musawir 2,5 - 
11 Akhmad Nuh 3,5 -
9 lawan Sean semuanya tidak ada yang menang atau kalah forfeit sehingga nilai
Buchhloz Sean = ( 5 ) + ( 3,5 ) + 6 + 7,5 + 9 + 8 + 9 + 9 + 8 + 8 + 8 = 81. 
Perhitungan nilai Buchholz Tirta Chandra. Lihat Tabel 4

Tabel 4 : Lawan-lawan Tirta Chandra. 
Rd. N a m a Pts. Hasil 
1 Said Al Hadad 4,5 1 
2 Rahmatullah Noor 6,5 1 
3 Hans Pusung 7 0,5 
4 Hendra Supriadi 6 1 
5 Jamaludin 7 1 
6 Khairul Anam 7 1 
7 Pitra Andika 8 1 
8 Sean Winshand, IM 9 0,5 
9 Dede Liu, IM 8 1 
10 Irwanto Sadikin, IM 8,5 1 
11 Susanto Megaranto, IM 9 0
Disini ada 4 lawan Tirta yang perlu dikoreksi untuk nilai perhitungan Buchholz nya
Pada babak 1 Tirta ketemu Said Al Hadad yang di babak 11 tidak hadir sehingga
kalah forfeit. Lihat Tabel 5 lawan-lawan Said Al Hadad.
Tabel 5 : Lawan-lawan Said Al Hadad 
Rd. N a m a Pts. Hasil 
1 Tirta Chandra, IM 9 0 
2 Elly Bala 5 1 
3 Rahman Arif 4 1 
4 Arthur Paat 7 1 
5 Farid Firmansyah, IM 9 0 
6 Irwan Mahdi 6 0 
7 Suyud Hartoyo 6,5 0 
8 Hadianor 6 0,5 
9 M. Yunus 4 1 
10 Japarudin 5,5 0 
11 Suwito 5,5 -
Untuk keperluan perhitungan Buchholz Tirta, maka Said Al Hadad dianggap remis
sehingga Said Al Hadad mendapat nilai 0,5 di babak 11 bukan 0. Oleh karena itu sekor
Said Al Hadad untuk keperluan perhitungan Buchholz Tirta adalah 4,5 + 0,5 = 5.
Kemudian di babak 4 Tirta ketemu Hendra Supriadi yang di babak 11 tidak hadir
sehingga kalah forfeit. Lihat Tabel 6 lawan-lawan Hendra Supriadi. 
Untuk keperluan perhitungan Buchholz Tirta , maka Hendra Supriadi dianggap remis
sehingga Hendra Supriadi mendapat nilai 0,5 di babak 11 bukan 0. Oleh karena itu untuk
kepentingan perhitungan Buchholz Tirta, sekor Hendra Supriadi adalah 6 + 0,5 = 6,5.
Tabel 6 : 
Rd. N a m a Pts. Hasil 
1 Dedi Iskandar 5 0,5 
2 M. Pasaribu 4,5 1 
3 Alsera Dacorta 4,5 1 
4 Tirta Chandra 9 0 
5 Luthfi 6 1 
6 Emas Fajar Fatih 6 0 
7 Marzuki Tarigan 6 1 
8 Eri Purnama 6 0,5 
9 Heri Kurniawan 5 1 
10 Ruslan Hamba 8 0 
11 Sunardi Sadeli 7 -
Di babak 5 Tirta ketemu Jamaludin yang di babak 1 ketemu Agus Susanto yang tidak
hadir, sehingga Jamaludin menang forfeit atau bye.
Tabel 7 : Lawan-lawan Jamaludin. 
Rd. N a m a Pts. Hasil 
1 Agus Susanto 0 + 
2 Novi Hitian Bessy 4 1 
3 Awang Wahono, IM 7,5 0,5 
4 Nasib Ginting, IM 8 1 
5 Tirta Chandra P, IM 9 0 
6 Susanto Megaranto, GM 9 0 
7 Edy Endullah 5,5 1 
8 Kaharudin Mokoginta 7 0,5 
9 Amli, MP 5 1 
10 Ronny Gunawan, IM 8 0 
11 Emas Fajar Fatih 6 1
Untuk keperluan perhitungan Buchholz Tirta, dianggap Jamaludin remis dengan
lawan Virtual di babak 1, sehingga sekor Buchholz Jamaludin yang dipakai untuk
menghitung nilai Buchholz Tirta adalah 7- 0,5 = 6,5
Di babak 8 Tirta ketemu Sean Winshand yang mendapat bye di babak 1, melawan
Alhuda ( Lihat Tabel 1 ). Untuk keperluan perhitungan Buchholz Tirta, dianggap Sean
remis dengan lawan Virtual di babak 1, sehingga sekor Buchholz Sean yang dipakai
untuk menghitung nilai Buchholz Tirta adalah 9 -0,5 = 8,5.
7 lawan Tirta sisanya tidak ada yang menang atau kalah forfeit, sehingga nilai Buchholz
Tirta = (5) + 6,5 + 7 + (6,5) + (6,5) + 7 + 8 + (8,5) + 8 + 8,5 + 9 = 80,5.
Perhitungan niai Buchholz Susanto : 
Ada 5 lawan Susanto yang perlu dikoreksi nilai Buchholznya. 
Di babak 1 Susanto ketemu Marihot Sinaga yang tidak hadir di babak 2, 8, 9, 10 dan 11
sehingga Marihot Sinaga kalah forfeit. Lihat Tabel 8, lawan-lawan Marihot Marihot Sinaga.
Tabel 8 : Lawan-lawan Jamaludin. 
Rd. N a m a Pts. Hasil 
1 Susanto Megaranto 9 0 
2 David Sihaloho 5 - 
3 Elly Bala 5 1 
4 Danang Wahyudianto 3 0 
5 Akhmad Nuh 3,5 1 
6 Rahman Arif 4 1 
7 Susanto Megaranto 6 0 
8 Faisal Ali 5 - 
9 Andi Muhdar' 4 - 
10 Yerobeam L. Mdoy 4,5 - 
11 Imanuellia Ali 3 -
Untuk keperluan perhitungan Buchholz Susanto, maka Marihot Sinaga dianggap remis
di babak 2, 8, 9, 10 dan 11 sehingga sekor Marihot Sinaga untuk keperluan perhitungan 
Susanto adalah 3 + 2,5 = 5,5.
Di babak 5 Susanto ketemu Sean Winshand yang dibabak 1 menang forfeit atau bye
atas Alhuda lihat Tabel 2. 
Untuk keperluan perhitungan Buchholz Susanto, Sean Winshand dianggap remis dengan
lawan Virtual di babak 1, sehingga sekor Buchholz Sean yang dipakai untuk menghitung
nilai Buchholz Susanto adalah 9 - 0,5 = 8,5.
Di babak 6 Susanto ketemu Jamaludin yang di babak 1 menang forfeit atau bye atas
Agus Susanto. Lihat Tabel 6. Untuk keperluan perhitungan Buchholz Susanto, dianggap
Jamaludin remis dengan lawan Virtual di babak 1 sehingga sekor Buchholz Jamaludin
yang dipakai untuk menghitung nilai Buchholz Susanto adalah 7 - 0,5 = 6,5.
Di babak 8 Susanto ketemu Suhendra yang tidak hadir di babak 1 dan 11 sehingga 
Suhendra kalah forfeit. Untuk keperluan perhitungan Buchholz Susanto, maka Suhendra
dianggap remis di babak 1 dan 11 sehingga sekor Suhendra untuk keperluan perhitungan
Susanto adalah 5,5 + 0,5 + 0,5 = 6,5 . Lihat tabel 9.
Tabel 9 : 
Rd. N a m a Pts. Hasil 
1 Miftahurrahman 6 - 
2 Andi Muhdar 4 0,5 
3 Jimmy Aruolus Ello 5,5 1 
4 Didik Widiarso 6,5 1 
5 M. Said Hamid 5,5 1 
6 Achmad Raihan 7 1 
7 Surya Wahyudi 6 1 
8 Susanto Megaranto, GM 9 0 
9 Cerdas Barus, GM 7 0 
10 Fachrul Roji 7 0 
11 Michael Owen' 6,5 -
Di babak 9 Susanto bertemu Hudallah yang mendapat bye di babak 1 karena lawannya
Maryono tidak hadir. Lihat Tabel 10. 
Tabel 10 : 
Rd. N a m a Pts. Hasil 
1 Maryono 0 + 
2 Endy Endullah 5,5 1 
3 Suwito 5,5 1 
4 Pitra Andhika 8 0 
5 Anderson Harun 5,5 0 
6 Heri Siregar 6 1 
7 Fandi 5,5 1 
8 Andi Ballado 6 1 
9 Susanto Megaranto 9 0 
10 Emas Fajar Fatih 6 1 
11 Dede Liu 8 0
Untuk keperluan perhitungan Buchholz Susanto, maka Hudallah dianggap remis dengan
lawan Virtual di babak 1, sehingga sekor Buchholz Hudallah yang dipakai untuk menghi-
tung nilai Buchholz Susanto adalah 7 - 0,5 = 6,5. 
Nilai Buchholz Susanto = (5,5) + 7 + 9 + 7 + (8,5) + (6,5) +7,5 + (6,5) + (6,5) + 7 + 9 = 80
Perhitungan Tie-Break Farid Firmansyah : 
Ada 3 lawan Farid yang nilai Buchholz nya perlu dikoreksi. 
Lawan Farid di babak 1 Michael Owen yang menang bye di babak 7 dan 11. Lihat tabel
Tabel 11 : 
Rd. N a m a Pts. Hasil 
1 Farid Firmansyah, IM 9 0 
2 Tomi Syafar 4 0,5 
3 Robert 6 1 
4 Godam Eka 7 0,5 
5 Joko Purbowo 7 0,5 
6 Usman 5 0,5 
7 Jauhari 4 + 
8 Anasrullah 7 1 
9 Muhammad Johan 7 0 
10 Hendry Gere 6 0,5 
11 Suhendra, IM 5,5 +
Untuk keperluan perhitungan Buchholz Farid, dianggap Michael Owen remis dengan
lawan Virtual di babak 7 dan 11, sehinggasekor Buchholz Michael Owen yang dipakai
untuk menghitung nilai Buchholz Farid adalah 6,5 - 0,5 - 0,5 = 5,5. 
Di babak 5 Farid ketemu Said Al Hadad yang tidak hadir di babak 11. sehingga Said 
Al Hadad kalah forfeit ( Lihat Tabel 5 ), 
Untuk keperluan perhitungan Buchholz Farid, maka Said Al Hadad di anggap remis
di babak 11. Sehingga sekor Said untuk keperluan perhitungan nilai Buchholz Farid ada
lah 4,5 + 0,5 = 5

Di babak 7 Farid ketemu Sean Winshand yang mendapat bye di babak 1 atas Alhuda
( Tabel 2 ). Untuk keperluan perhitungan Buchholz Farid, maka Sean dianggap remis dgn
lawan Viertual dibabak 1, sehingga sekor Buchholz Sean yang dipakai untuk menghitung
nilai Buchholz Farid adalah 9 - 0,5 = 8,5. 
Jadi Nilai Buchholz Farid = (5,5) + 6 + 9 + 7 + (5) + 6 + (8,5) + 7,5 + 8 + 8 + 7,5 = 78
Kesimpulan: hasil perhitungan manual Buchholz dengan Virtual Opponent sesuai dengan perhitungan yang dilakukan program Swiss Manager. Tie Break inilah yang menentukan Kemenangan Sean, bukan Tie-Break Direct Encounter yang oleh Program Swiss Manager tidak diberlakukan karena menganggap ada pemain yg tidak saling ketemu. Ketika itu semua pemain, official dan para wasit di Kejurnas setelah pertandingan selesai juga beranggapan demikian dengan menyatakan bahwa Tie-Break Direct Encounter tidak berlaku, pada kenyataannya Tie-Break Direct Encounter inilah yang seharusnya sudah menentukan kemenangan Sean. Para pembaca Info Catur bisa melihat lagi Final Standing Kejurnas Ke-45 Kelompok Senior Putra pada file Swiss Manager. Mudah-mudahan sedikit ulasan saya ini bisa bermanfaat.

Rabu, 09 Maret 2016

Ini Dia Papan Catur Khusus Penyandang Tunanetra Buatan Sururi

Kompas
MAGELANG, KOMPAS.com — Seorang perajin papan catur, Muchammad Sururi, asal Dusun Candi, Desa Sidomulyo, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, membuat papan catur yang bisa dimainkan oleh kaum tunanetra.

Secara khusus, Sururi mendesain papan caturnya agar bisa dimainkan para penyandang tunanetra.

Sekilas, bentuk satu set papan caturtuna netra itu tidak jauh berbeda dengan papan catur pada umumnya. Namun, ada detail yang berbeda di setiap sisi papan dan buah catur.

Sururi menceritakan, pada awalnya, dirinya membuat papan catur untuk penyandang tunanetra atas permintaan sebuah yayasan di Jakarta yang membutuhkan papan catur khusus untuk orang-orang dengan gangguan penglihatan.

Pria berusia 53 tahun itu lantas melakukan berbagai percobaan mendesain set papan catur agar mudah dipakai oleh mereka. Beberapa tantangan yang dialami saat awal membuat papan catur bagi penyandang tunanetra adalah menemukan cara bagi seorang penyandang tunanetra untuk membedakan buah catur hitam atau putih.

"Ketika itu, saya pakai manik-manik dan pinus untuk menandai warna hitam pada buah catur, sedangkan buah catur putih ditandai dengan cekungan," ujarnya.

Setelah melakukan percobaan, ternyata penyandang tunanetra masih kesulitan menggunakan papan tersebut. Buah catur mudah jatuh dan cepat rusak.

Kemudian, Sururi memasang sumbu yang terbuat dari kayu pada buah catur. Sumbu tersebut berfungsi untuk menancapkan pion, menteri, kuda, raja, ataupun benteng di papan catur yang sudah diberi lubang. Lalu, sisi kanan dan kiri buah catur juga ditempeli huruf-huruf braille yang berfungsi memudahkan seorang penyandang tunanetra menandai langkah.

"Untuk membedakan warna kotak hitam dan putih pada papan catur, saya lapisi cat lebih tebal untuk warna hitam. Penyandang tunanetra bisa merabanya," kata bapak dari Naili (15), Arina Rhondhotul Jannah (11), dan Salis Zulfatus Suroyah ini.

Sementara itu, aturan permainannya sama seperti catur pada umumnya.

Di awal, dia mendapat pesanan sekitar 500 set papan catur dari yayasan tersebut pada 2005 silam. Sejauh ini, dia masih membuat papan catur penyandang tunanetra berdasarkan pesanan saja.

Selebihnya, dia membuat papan catur biasa. Dia menerima 10.000 pesanan papan catur dari seorang pengekspor ke Amerika. Keahlian tersebut dia peroleh dari kedua orangtuanya yang dahulu juga seorang perajin papan catur.

"Ini warisan orangtua saya, sejak kecil saya sudah diajarkan menciptakan papan catur. Sampai sekarang masih saya pertahankan, meski sudah banyak permainan modern dan digital," tuturnya.

Selain itu, suami dari Khusnul Khotimah (40) itu juga mengembangkan kerajinan edukasi untuk anak-anak dari limbah kayu.

Dari kerajinan tersebut, Sururi bisa menghidupi keluarga, selain tetap mengemban misi sosial bagi kaum difabel.

Satu set papan catur khusus penyandang tunanetra dengan ukuran 50 x 50 sentimeter dibanderol Rp 250.000. Namun, harga buah caturnya saja Rp 125.000, dan papannya Rp 125.000.

"Bahan material pembuat caturnya berasal dari kayu lokal, yakni kayu sawo dan kayu waru. Semuanya limbah dari pabrik kayu sekitar Kabupaten Magelang dan Temanggung," kata dia.

Berkat kepedulian dan keuletannya, Sururi pernah meraih juara I Wirausaha Mikro Favorit Pilihan Masyarakat yang diselenggarakan oleh Universitas Indonesia dan salah satu bank nasional serta juara 2 Wirausaha Mikro Berwawasan Lingkungan Terbaik.

Jumat, 04 Maret 2016

LIGA CATUR PERDANA PERCASI KOTA BANDA ACEH 2016

Selengkapnya dapat diakses dibawah ini;
http://habadaily.com/sport/5738/walkot-banda-aceh-skak-mat-camat-syiah-kuala.html

LIGA CATUR ON THE ROAD, SERI I TAHUN 2016 PERCASI KOTA BANDA ACEH

Final Rangking

Hasil Lengkap : http://chess-results.com/tnr202600.aspx?lan=26&art=1&wi=821

Rk.SNo
NamaFEDRtg TB1  TB2  TB3 
12
F. BARRYINA20557,00,041,5
21NMZULKHAIRIINA22996,50,041,0
33
AGUSSALIM ZAINA20236,50,039,5
44WNMWITA RAHAYUINA20226,50,038,5
514
IBNU KHALDUNINA19506,00,035,5
674
ZULHAMINA19006,00,035,5
78
SAFRIALINA20106,00,035,0
820
WAHIDINA19506,00,032,5
95
DIAN MAULANAINA20206,00,031,5
1016
PAK YANINA19505,50,039,0
1163
RIANSYAHINA19005,50,038,5
1264
SAFRUDININA19005,50,036,0
1319
SYUKRIINA19505,50,034,5
1427
A FUADIINA19005,50,026,0
157
BOBBY FISCHERINA20175,00,042,5
1633
BANG JACKINA19005,00,040,5
1734
BANG LAHINA19005,00,039,0
1810
ZULFIKRIINA20005,00,037,0
1923
M. HARIS SINA19205,00,036,5
2025
AL MIZARINA19105,00,035,5













Senin, 18 Januari 2016

Musyawarah Kota (Muskot) Percasi Banda Aceh 2016

Logo Percasi
Musyawarah Kota (Muskot) Percasi Banda Aceh untuk pemilihan pengurus masa bakti 2016-2020 berjalan dengan lancar dan tertib, kegiatan ini berlangsung di kantor Koni Banda Aceh, Minggu (17/01/2016). Ketua Panitia Muskot Dian Maulana mengatakan kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qura`an oleh Atlet junior Banda Aceh dilanjutkan kata sambutan ketua umum periode 2011-2015 dan laporan pertanggungjawaban sekaligus membahas garis besar program kerja kedepan.

Berdasarkan data dari panitia Muskot, sebelum pelaksanaan (hari H) sebanyak 4 orang kandidat menyatakan kesediaan untuk maju menjadi ketua umum, yaitu : 1. M.Jaman S.Sos, MM 2. Zulfikar, ST 3. Sudirman Mansyur WNM 4. Dr. dr Taufik Suryadi PNP. Setelah diverifikasi panitia hanya dua kandidat yang memenuhi syarat yang ditetapkan panitia, yaitu kandidat nomor 1 dan nomor 2.
Hasil Voting Kandidat Ketua Umum :
1. M. Jaman (8 suara)
2. Zulfikar (17 suara)

Tim Formatur :
1. Dian Maulana
2. Satria Ediansyah
3. T. Ardiansyah
4. M. Taufik
FIDE Calendar 2016 2016 Coming years: 2017 | 2018 | 2019 | 2020 |
World Events
NamePlaceStartEnd
World Schools Individual Championships 2016
Women's FIDE Grand Prix SeriesTeheran, Iran10-Feb-201624-Feb-2016
IMSA Elite Mind GamesHuai'an, China25-Feb-20163-Mar-2016
Women's World Championship Match 2016Lviv, Ukraine1-Mar-201619-Mar-2016
Candidates TournamentMoscow, Russia10-Mar-201630-Mar-2016
World Amateur Championship 2016Halkidiki, Greece18-Apr-201628-Apr-2016
Women's FIDE Grand Prix SeriesBatumi, Georgia19-Apr-20163-May-2016
FIDE Grand Prix Series
11-May-201625-May-2016
World Team Chess Championship 50+, 65+ 2016Dresden, Germany26-Jun-20164-Jul-2016
Women's FIDE Grand Prix SeriesChengdu, China1-Jul-201615-Jul-2016
FIDE Grand Prix Series
6-Jul-201620-Jul-2016
World Youth U-16 Chess Olympiad 2016Poprad-Tatry, Slovakia21-Jul-201630-Jul-2016
World Junior and Girls U20 Championship 2016Bhuvaneswar, Orissa, India7-Aug-201621-Aug-2016
42nd World Chess Olympiad 2016Baku, Azerbaijan1-Sep-201614-Sep-2016
World Youth U14, U16, U18 Championships 2016Khanty-Mansiysk, Russia20-Sep-20164-Oct-2016
Women's World Championship 2016
11-Oct-201631-Oct-2016
World Cadets U8, U10, U12 Championships 2016Batumi, Georgia18-Oct-201631-Oct-2016
World Championship Match 2016New York, USA11-Nov-201630-Nov-2016
World Senior Championships 2016Marianske Lazne, Czech Republic18-Nov-20161-Dec-2016
Women's World Rapid and Blitz Championships 2016Qatar25-Dec-201631-Dec-2016
World Rapid and Blitz Championships 2016Qatar25-Dec-201631-Dec-2016

European Events
NamePlaceStartEnd
European Senior Team Chess Championship 2016Halkidiki, Greece18-Apr-201628-Apr-2016
European Individual Chess Championship 2016Gjakovo, Kosovo11-May-201624-May-2016
European Individual Women’s Chess Championship 2016Mamaia, Romania26-May-20168-Jun-2016
European Senior Individual Championship 2016Yerevan, Armenia4-Jun-201614-Jun-2016
European Amateur Chess Championship 2016Ruzomberok, Slovakia5-Jun-201612-Jun-2016
European School Chess Championship 2016Kassandra, Greece16-Jun-201626-Jun-2016
European Youth Team Chess Championship 2016Celje, Slovenia9-Jul-201617-Jul-2016
European Universities Games 2016Zagreb, Croatia11-Jul-201615-Jul-2016
European Youth Rapid and Blitz Chess Championships 2016Novi Sad, Serbia19-Jul-201624-Jul-2016
European Youth Chess Championship 2016Prague, Czech Republic17-Aug-201628-Aug-2016
European Chess Club Cup 2016Belgrade, Serbia5-Nov-201613-Nov-2016
European Chess Club Cup for Women 2016Belgrade, Serbia5-Nov-201613-Nov-2016
European Rapid and Blitz Chess Championships 2016Tallinn, Estonia14-Dec-201618-Dec-2016

American Events
NamePlaceStartEnd
American Continental Women's Championship 2016Lima, Peru19-Feb-201628-Feb-2016
Panamerican U20 Chess Championship 2016Colombia19-Jun-201626-Jun-2016
South American Youth Festival 2016Santiago, Chile8-Oct-201614-Oct-2016
Panamerican Schools Chess Championship 2016Cartagena, Colombia20-Nov-201626-Nov-2016
South American Youth Festival 2016Santiago, Chile2-Dec-201610-Dec-2016

Asian Events
NamePlaceStartEnd
Asian Nations Cup (Men and Women) 2016Abu Dhabi, UAE27-Mar-20168-Apr-2016
Asian Youth U8, 10, 12, 14, 16, 18 Championship 2016Ulaanbaatar, Mongolia5-Apr-201615-Apr-2016
Asian Nations Cup Rapid Championship 2016Abu Dhabi, UAE6-Apr-20166-Apr-2016
Asian Nations Cup Blitz Championship 2016Abu Dhabi, UAE7-Apr-20167-Apr-2016
Asian Youth Blitz Championship 2016Ulaanbaatar, Mongolia9-Apr-20169-Apr-2016
Asian Youth Rapid Championship 2016Ulaanbaatar, Mongolia10-Apr-201610-Apr-2016
Asian Juniors and Girls U-20 Championships 2016New Delhi, India2-May-201611-May-2016
Asian Juniors and Girls Rapid Championship 2016New Delhi, India3-May-20163-May-2016
Asian Juniors and Girls Blitz Championship 2016New Delhi, India11-May-201611-May-2016
Asian Individual Championship (Men and Women) 2016Tashkent, Uzbekistan25-May-20165-Jun-2016
Asian Individual Blitz Championship (Men and Women) 2016Tashkent, Uzbekistan4-Jun-20164-Jun-2016
Asian Schools Chess Championships 2016Tehran, Iran9-Jul-201618-Jul-2016
Asian Schools Rapid Championships 2016Tehran, Iran10-Jul-201610-Jul-2016
Asian Schools Blitz Championships 2016Tehran, Iran17-Jul-201617-Jul-2016
Asian Youth U14 Team Championship 2016Jiaxing, China15-Aug-201622-Aug-2016
South Asian Amateur Championship 2016Srinagar, India1-Sep-20166-Sep-2016
Asian Seniors Chess Championship 2016Mandalay, Myanmar26-Oct-20165-Nov-2016
Asian Amateur Chess Championship 2016Kuwait City, Kuwait16-Nov-201625-Nov-2016

African Zonals
NamePlaceStartEnd
African Zonal 4.4Accra, Ghana28-Mar-20166-Apr-2016
African Zonal 4.2Dar-es-Salaam, Tanzania22-Apr-20161-May-2016
African Zonal 4.3Le Morne, Mauritius23-Apr-20162-May-2016
African Zonal 4.1Taroudant, Morocco23-May-201631-May-2016
African Zonal 4.3 Youth Team U16Beira, Mozambique8-Jul-201615-Jul-2016
African Zonal 4.2 Youth Team U16Kigali, Rwanda15-Jul-201622-Jul-2016
African Zonal 4.4 Youth Team U16Ouagadougou, Burkina Faso22-Jul-201631-Jul-2016
African Zonal 4.1 Youth Team U16Nouakchott, Mauritania24-Jul-20162-Aug-2016

African Events
NamePlaceStartEnd
African Individual Chess Championships 2016Kampala, Uganda18-Jun-201629-Jun-2016
African Blitz Chess Championships 2016Kampala, Uganda26-Jun-201626-Jun-2016
African Rapid Chess Championships 2016Kampala, Uganda27-Jun-201627-Jun-2016
African Amateur Individual Championships 2016Lome, Togo4-Aug-201613-Aug-2016
African Youth Championships 2016Port Elizabeth, South Africa21-Aug-201629-Aug-2016
African Clubs Championships 2016Cape Town, South Africa7-Oct-201613-Oct-2016
African Women's Challenge 2016Gaborone, Botswana1-Dec-201611-Dec-2016
African Schools Individual Championships 2016Lusaka, Zambia10-Dec-201618-Dec-2016
African Junior Championships 2016Tunis, Tunisia27-Dec-20166-Jan-2017

Arab Events
NamePlaceStartEnd
8th Arab Women Clubs Championship 2016Kuwait1-Feb-20169-Feb-2016
Arab Individual Chess Championship 2016 Under (8-10-12-14-16-18-20) Girls & OpenTunis26-Mar-20163-Apr-2016
Arab Individual Chess Championship 2016 (Women & Open)Sudan1-Oct-201610-Oct-2016
Arab Individual Blitz Championship 2016 (Women & Open)Sudan4-Oct-20164-Oct-2016
Arab Individual Rapid Championship 2016 (Women & Open)Sudan5-Oct-20166-Oct-2016
Arab Clubs Chess Championship 2016Morocco1-Nov-201610-Nov-2016

Presidential Board / Congress
NamePlaceStartEnd
1st Quarter 2016 Presidential BoardMoscow, Russia27-Mar-201630-Mar-2016
87th FIDE CongressBaku, Azerbaijan4-Sep-201614-Sep-2016

Other Official Events
NamePlaceStartEnd
SportAccord ConventionLausanne, Switzerland17-Apr-201622-Apr-2016
Commonwealth Chess Championship 2016Sri Lanka29-Jul-20166-Aug-2016

Seputar Tentang Catur

The “classical” World Chess Championship matches (1886-2012)

The “classical” World Chess Championship matches (1886-2012)